Tuesday, May 14, 2013

Observasi Lapang Bendung Katulampa

Kelompok Studi Hidrologi Forest Management Students Club mengadakan observasi lapang ke Bendung Katulampa pada tanggal 2 Maret 2013. Mengapa disebut bendung? Ternyata terdapat perbedaan antara bendung dan bendungan. Bendung berfungsi mengawasi dan memperingati perubahan debit air, serta mengelola air untuk irigasi. Sementara bendungan berfungsi menampung dan menahan air dalam skala yang besar, jadi memiliki andil besar dalam menahan air jika terjadi banjir.

Bendung Katulampa
Nih ini dia monumen pendirian bendung katulampa
 

Kegiatan observasi lapang diawali dengan pengenalan bendung Katulampa dari bapak Andi Sudirman selaku penjaga bendung Katulampa. Beliau memaparkan sejarah pembangunan bendung Katulampa. Menurut beliau, pada dasarnya orang-orang Belanda yang membangun bendung ini sudah menyadari bahwa beberapa puluh tahun ke depan, pasokan air bersih di Jakarta terancam. Untuk itu mereka membangun bendung Katulampa untuk menyediakan pasokan air bersih bagi warga Jakarta. Sayangnya, pihak pemerintah Jakarta kurang memperhatikan keberadaan bendung Katulampa yang pada dasarnya bersifat lintas provinsi. Dalam operasionalnya, bendung Katulampa didanai oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun untuk peningkatan kapasitas fasilitas, bendung Katulampa didanai oleh pihak swasta. Contohnya salah satu korporasi telepon selular yang memberikan bantuan fasilitas berupa kamera pengawas. 
Water level untuk menentukan status ketinggian muka air
Pengendali pintu air
Bapak pengawas Bendung Katulampa memakai alat komunikasi untuk meneruskan keadaan sungai ciliwung ke jakarta

Alat pemantau hujan
Diskusi mengenai bendung katulampa sambil melihat cctv~
Merupakan satu hal yang sangat disayangkan ketika bendung Katulampa yang sifatnya lintas provinsi dan bermanfaat besar bagi khalayak kurang mendapat perhatian dari pejabat yang berwenang. Bagaimana dengan bendung atau bendungan lainnya yang kecil dan terpencil? Padahal seperti kita ketahui dari mata kuliah hidrologi hutan bahwa air dari hulu ke hilir merupakan kesatuan yang holistik dan berintegrasi. Untuk itu KS Hidrologi FMSC mencoba menawarkan solusi agar orang-orang mulai memperhatikan fenomena yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Salah satunya adalah dengan sounding melalui media informasi dan komunikasi yang menjadi cara cepat dan murah dalam mengakses informasi di dunia global saat ini. Selain itu mendukung penuh rencana bendung Katulampa yang ingin dijadikan ikon pariwisata kota Bogor dalam rangka memperkenalkan manfaat besar bendung Katulampa. Langkah ini mungkin masih kecil tapi setidaknya kita terus melangkah, memberikan manfaat demi menjaga bumi ini. Bukan saatnya kita mengajak teman-teman untuk peduli terhadap lingkungan  sekitar kita, tapi sudah saatnya kita menantang teman-teman untuk peduli terhadap lingkungan sekitar kita.  Salam rimbawan!

Fitha Anggraini