Friday, November 22, 2013

MUBES FMSC 2013/2014




Kepengurusan FMSC Periode 2012/2013 tidak terasa sudah diujung waktu, satu tahun mengemban amanah dirasa sangat singkat oleh ketua FMSC 2012/2013 Fareza Ditya Arianto. "Sudah saatnya pergantian kepengurusan, satu tahun mengemban amanah banyak meninggalkan 'bekas' perjalanan yang sulit hilang bersama teman-teman pengurus, tidak pernah ada kata 'berakhir' menjadi bagian dari FMSC".
Mubes yang dilaksanakan selama dua hari 19-20 November 2013 ini mengikutsertakan seluruh keluarga besar Manajemen Hutan, turut hadir sebagai peserta mubes ini senior-senior hingga adik-adik 49 yang baru saja menjadi bagian dari FMSC. Agenda yang lebih dulu dimulai dengan pembahasan LPJ (Laporan Penanggung Jawaban), ternyata sedikit mengulik serintil kenangan-kenangan pengurus selama pelaksanaan kegiatan kegiatan FMSC, seperti Aksi Lingkungan, ESM (Ecological Social Mapping), BHR (Bina Hutan Rakyat), DIKLAT FMSC, dan lain sebagainya. Banyak kenangan kenangan manis dan pahit, susah senang dengan kendala kendala  yang telah dilewati selama satu tahun belakangan ini, menaburkan rasa haru dimata 'mantan' ketua dan seluruh pengurus juga peserta mubes yang hadir, yang kemudian dilanjutkan dengan agenda pembahasan AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga) untuk periode 2013/2014 yang di pimpin oleh Dewa Presidium Pemimpin Sidang Ren Giat Bagus Permana angkatan 48. H-1 pelaksaan mubes berjalan dan berakhir dengan lancar tidak menemukan kendala yang cukup berat, seluruh peserta bebas berpendapat untuk menuju FMSC yang lebih baik nantinya. Jika dibandigkan dengan AD/ART periode sebelumnya, terdapat sedikit perubahan, salah satu diantaranya adalah masalah keanggotaan FMSC, disini alumni dapat mendaftarkan diri menjadi anggota luar biasa di FMSC dan ikut berperan serta dalam pelaksanaan kegiatan kegiatan . 

Tibalah saat yang dinantikan, untuk melanjutkan posisi ketua FMSC periode 2013/2014 selanjutnya. Dua nama yang mencalonkan diri untuk maju sebagai calon ketua FMSC 2013/2014 adalah Sendi dari angkatan 48 dan Helmi dari angkatan 49. Kedua calon sama sama kuat dan memiliki kekurangan dan kelebihan yang sebenarnya bisa saling melengkapi satu sama lain. Akan tetapi dari semua yang terbaik tentu akan terpilih satu yang paling terbaik diantara yang terbaik. Pemilihan dilaksanakan secara musyawarah, bijaksana, dan seksama. Peserta mubes benar-benar memikirkan, menimbag, dan memutuskan dengan beberapa pertimbangan dan penilaian lewat jawaban jawaban pertanyaan yang diajukan. Segelintir perdebatan yang mewarnai jalannya musyawarah ini, berjalan dengan sportif dan lancar, dan pada akhirnya semua mengarah pada satu suara menuju FMSC lebih baik

Selamat untuk ketua FMSC terpilih periode 2013/2014, "SENDI YUSANDI "


Serah terima jabatan kepada ketua FMSC terpilih, Sendi Yusandi

Tuesday, November 19, 2013

Malam Keakraban FMSC

"Saya Mengerti Selera Anda" (Ahmad Budiaman 2013)

 Malam Keakraban FMSC kali ini benar benar mendatangkan langsung guest star yang sangat berperan penting bagi kelangsungan FMSC yaitu selamat untuk Kadep baru MNH Bapak Ahmad Budiaman atau biasa akrap disapa Pak Abud yang secara resmi telah menjadi Kepala Departemen baru Manajemen Hutan. Agenda malam keakraban diisi dengan saling sharing gagasan-gagasan, masukan, ide, keluhan, ataupun kendala yang telah dan akan dilewati kedepannya antara all angkatan crew FMSC 46-47-48-49 dengan Kepala Departemen Pak Abud untuk kemajuan FMSC yang lebih baik, disertai 'jajanan' khas rakyat seperti bajigur, rebusan jagung, kacang, pisang, dan beberapa makanan ringan yang turut memeriahkan malam keakraban FMSC. Layaknya malam keakraban, ada beberapa penampilan-penampilan setiap angkatan untuk memeriahkan acara disertai beberapa penampilan video kegiatan-kegiatan FMSC selama satu tahun kebelakang. Kehangatan, kemeriahan dalam kesederhanaan, kebersamaan dan kekeluargaan yang begitu erat sangat terlihat disetiap crew, dimana semua angkatan saling membaur, dan menyatu.



Crew FMSC all angkatan dengan Pak Abud



Sharing dengan Pak Abud


Penampilan Angkatan 46



Penampilan angkatan 47

Friday, November 15, 2013

Nanjak Bareng Gunung Gede 2013

Crew FMSC emang nggak pernah kehabisan ide buat melakukan kegiatan. Termasuk kegiatan yang satu ini, pasca UTS (Ujian Tengah Semester) para crew ternyata sudah mempersiapkan tempat buat melepaskan penat setelah dua minggu berkutat dengan soal soal ujian. Suasana sejuk silih berganti dingin, pandangan mata yang terhalang kabut, tidak menyurutkan mereka untuk tetap melangkah ke puncak yang paling tinggi. Siapa sih yang nggak tau Gunung Gede Pangrango ? Yups, Gunung ini termasuk obyek yang wajib di kunjungi untuk para pecinta alam terutama domisili Bogor (apalagi IPB) dan sekitarnya, hanya dibutuhkan waktu beberapa jam saja untuk bisa sampai ke lokasi yang terletak di Cianjur Jawa Barat ini.
Selama dalam perjalanan, dimanjakan dengan pemandangan pemandangan yang luar biasa eloknya semakin menambah kebersamaan dan kehangatan keluarga crew FMSC ini. 
Alam memang selalu mengajarkan kita untuk lebih bersyukur pada Sang Pencipta, nikmat, karunia, dan rizki yang diberikan kali ini benar benar dirasakan awak crew. Dan alam semakin menambah rasa kebersamaan, kehangatan, kekeluargaan, dan persahabatan yang terjalin diantara para crew :)

"Semoga kedepannya, FMSC terus selalu, lebih, dan makin kompak !"






Wednesday, November 13, 2013

Game Monopoli = Kebakaran Hutan dan Lahan



Sekedar berbagi informasi ijin mengutip dari web sebelah mengulik fakta yang unik tentang api dan hutan,  tentang bisnis dan 'asap', tentang yang benar dan yang dibenar benarkan.. serta tentang kita sebagai forester...


Pernah dengar permainan monopoli ? kapan terakhir kali memainkannya ? Permainan ini memiliki aturan yang rumit, terkadang mendapatkan hukuman seperti penjara dan membayar pajak. Terkadang para pemain membuat aturan mereka sendiri menyederhanakan pola permainannya terutama saat terkena hukuman. 

"Asap yang terjadi akibat kebakaran lahan dan hutan menginggatkan kita akan permainan ini. Bidak-bidak perusahaan lokal, nasional dan dari Negara tetangga telah terisi dengan bermancam aktifitas baik perusahaan bidang perkebunan maupun perusahaan bidang kehutanan serta perusahan tambang dengan berkedok investasi yang beragam serta penyertaan modal dari yang kecil hingga yang besar. Permainan monopoli ini terlihat pertandingan yang tidak seimbang dimana pemain ke-1 telah memonopoli papan permainan. Pemain ke-2 berasal dari pengusaha dari negeri Malaysia dan Singapura seakan-akan tidak pernah mau kalah dalam permainan ini. Papan catur permainan monopoli adalah bergambar peta Provinsi Riau dengan tema Mengusai Hutan Gambut Riau. Permainan monopoli di Hutan Gambut Riau ini telah menguasai seluruh hutan Riau dengan mengunakan group besar yang tercipta perusahaan-perusahaan dengan nama berbeda, tetapi BOS nya satu.

Pemenang  telah membuat strategi dalam permainan ini, dimana dalam game ini Bandar atau wasit nya adalah Pemerintah Indonesia yang  terus kalah nasibnya. Bisa dibayangkan, mereka dengan sengaja membakar lahan dan hutan akan tetapi yang harus menanggung  adalah Pemerintah Indonesia yang berperan sebagai Bandar/ wasit permainan ini yang harus mengeluarkan dana Rp 100 milyar  untuk memadamkan api yang sengaja membakar lahan dan hutan guna memperirit pengeluaran biaya mereka" -mongabay

so what do you think ?  what should we do? *just ask tou your self, hey 'forester' * 

Tuesday, November 12, 2013

Fieldtrip Garut-Tasik

Belajar terbuka dengan alam memang bukan lagi menjadi hal yang tabu bagi Fakultas Kehutanan. Manajemen Hutan sendiri kemarin telah melaksanakan 'gaya' baru metode belajar diluar kelas kuliah dan responsi atau praktikum, khususnya kepada angkatan 48 (semester 5). Dr. Soni Trison S.Hut M.si memaparkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu tambahan fasilitas proses perkuliahan mahasiswa guna mengembangkan ide, gagasan, serta keterbukaan pengetahuan mahasiswa  yang lebih nyata dilapangan. Output yang dihasilkan dari program ini adalah diantaranya mahasiswa Manajemen Hutan mampu mengaplikasikan teori teori yang selama ini sudah dipelajari dalam perkuliahan. 

Kegiatan fieldtrip ini berlangsung pada tanggal 19-20 Oktober 2013 sebelum Ujian Tengah Semester berlangsung. Agenda berkaitan dengan mata kuliah yang terkait adalah Pemanenan Hutan yang diaplikasikan pada Perhutani KPH Kabupaten Garut dan KPH Tasikmalaya. Dimana disana mahasiswa mengetahui lebih 'real' proses penyadapan getah pinus (Pinus merkusii) dalam areal hutan lindung yang dikelola Perhutani KPH Garut bersama masyarakat setempat. Bagaimana pengelolaan hutan lindung secara lestari dengan memperhatikan aspek ekologi, ekonomi, sosial, dan budayanya. Mahasiswa juga diperlihatkan bagaimana suatu bentuk pohon dimanfaatkan hingga bernilai ekonomi tinggi hanya dengan sebatang atau lebih dari kayu kayu hasil penebangan pohon mahoni (Swietenia mahagoni) di KPH Tasikmalaya atau disebut juga tempat pengumpulan kayu. 

Selain berhubungan dengan kayu, fieldtrip Garut-Tasik ini juga, mengambil aspek sosial budaya masyarakat adat. Bagaimana sistem, atau cara mereka melestarikan hutan yang mereka miliki namun tetap dapat memenuhi kebutuhan akan barang barang hasil hutan tanpa menyebabkan kerusakan pada hutan mereka, adalah suatu kampung yang diberi nama sebagai "Kampung Naga Neglasari". Di jaman yang sudah semua hampir tersentuh teknologi ini, masih terdapat satu kampung di Jawa Barat yang tetap mempertahankan budayanya, tradisinya, dan gaya hidupnya yang benar benar tradisional tanpa campur tangan 'teknologi'.

Mahasiswa dijelaskan secara langsung oleh narasumber yang bersangkutan yang ahli dengan bidangnya. Selain itu, mahasiswa 48 juga mendapat kesempatan untuk bertemu dengan alumni alumni IPB yang menjabat sebagai kepala kepala pemerintahan di Kabupaten Garut. Merupakan suatu bentuk wujud nyata kepada mahasiswa tentang gambaran pekerjaan dimasa depan sekaligus sebagai motivasi terhadap diri masing masing.

"Suatu terobosan baru dari departemen, semoga kegiatan kegiatan seperti ini tetap berlangsung terus tidak hanya di taun kami saja. Banyak manfaatnya banyak ilmu yang bisa menjadi tambahan pengetahuan selain dari teori dosen dan praktikum ataupun responsi"


                                   foto bersama Adm, Asper KPH Kabupaten Garut






Friday, November 1, 2013

Pemetaan Desa Kiarasari

Seperti yang telah disinggung di entry post sebelumnya mengenai kegiatan pemetaan KS Perencanaan FMSC, terdapat dua kegiatan pemetaan yang dilakukan oleh KS perencanaan pada tahun 2013 ini. Pada entry sebelumnya telah diceritakan mengenai kegiatan pemetaan di Desa Pasirmadang. Kegiatan pemetaan kedua dilakukan di Desa Kiarasari, Bogor. Desa ini berbatasan dengan kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak sehingga udara di desa tersebut masih segar dan kondisi lingkungannya pun masih asri. Kegiatan pemetaan ini merupakan kegiatan kerja sama dengan Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat (FKKM) untuk memetakan lahan rakyat milik petani di desa ini. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 28 - 29 September 2013. Kegiatan ini dilakukan oleh KS Perencanaan FMSC dengan peserta yaitu, Lili, Riyma, Roby, dan Arif. Pada kegiatan pemetaan ini, pengambilan data di lapangan (proses marking) dilakukan oleh masyarakat sendiri. KS Perencanaan di sini hanya membantu mengenalkan cara penggunaan GPS dan juga menemani masyrakat dalam melakukan pemetaan, serta melakukan pengolahan data.

Kegiatan ini dimulai dari keberangkatan dari 'kantor' FMSC pukul 17.00 dengan angkot dan akses menuju desa dilanjutkan dengan menggunakan mobil jemputan yang telah disediakan oleh masyarakat desa Kiarasari. Akses jalan menuju Desa Kiarasari sangat berkelok-kelok sehingga bagi yang tidak terbiasa dengan jalanan seperti ini bisa terkena pusing dan mabuk darat. Kata salah satu warga disana, “ini adalah ciri khas Kiarasari, jalannya berkelok2. Jalanan ini sudah ada dan dibangun sejak jaman Belanda dulu”. Pada hari yang sama pula diberikan pengarahan mengenai penggunaan GPS, berupa simulasi marking dan treking.

Hari berikutnya kegiatan pemetaan dilakukan oleh masyarakat sendiri. Keingintahuan dan keinginan belajar yang tinggi dari masyarakat membuat masyarakat cepat paham dalam melakukan penggunaan GPS. Kegiatan pengambilan data di lapangan tidak berlangsung terlalu lama. Pada pukul 14.00 mahasiswa telah kembali ke kampus.

Kegiatan selanjutnya dilakukan pengolahan data. Pengolahan data dilakukan dilakukan di 'kantor' FMSC. Kegiatan pengolahan data ini dilakukan selama lima hari dan dengan menggunakan perangkat lunak yang sama dengan pemetaan pasir madang. Hasil output yang diperoleh adalah peta kepemilikan lahan oleh masing - masing petani.

Nah, berikut dokumentasi kegiatan di lapangan,






arif mukanya gak dikontrol nih hehe




antusias banget bapa bapa kita ini :)






buat refreshing dan wisata desa kiarasari oke punya loh :)

Artikel oleh: Riyma Maysa & FMSC
Dokumentasi: Riyma Maysa

Thursday, October 31, 2013

Pemetaan Pasirmadang

Logo KS Perencanaan
KS Perencanaan FMSC merupakan sebuah kelompok studi yang mengkhususkan diri pada bidang perencanaan hutan. Kelompok studi sendiri merupakan sebuah kelompok kegiatan di FMSC yang bertujuan untuk turut mendukung pembelajaran bagi para anggota KS perencanaan dan bagi para mahasiswa manajemen hutan pada umumnya. salah satu kegiatan yang dilakukan oleh KS perencanaan FMSC adalah kegiatan pemetaan. Sebelum melangkah lebih lanjut, sebenarnya apa sih pemetaan itu? Pemetaan merukan sebuah kegiatan survey geodetik. Buat mahasiswa manajemen hutan pastinya tidak asing dengan mata kuliah ilmu ukur tanah dan pemetaan wilayah bukan? Mata kuliah yang biasa disingkat IUTPW ini merupakan salah satu mata kuliah yang menerangkan mengenai pemetaan. Pemetaan pada dasarnya adalah menggambarkan bumi yang berwujud 3 dimensi ke dalam gambar 2 dimensi. Lebih lanjut menurut Wibowo (2009)  kegiatan pemetaan merupakan proses terpadu yang meliputi kegiatan pengumpulan, pengolahan dan visualisasi dari data keruangan. Dalam pemetaan terutama dalam kegiataan pemetaan tata batas hal yang paling penting diperhatikan adalah wilayah tersebut harus temu gelang atau membentuk poligon tertutup. Di Indonesia sendiri badan nasional yang bergerak dalam kegiatan pemetaan adalah Badan Informasi Geografis (BIG) yang dulu sempat disebut sebagai BAKOSURTANAL. Dewasa ini kegiatan pemetaan telah dipermudah dengan adanya berbagai macam perangkat lunak dan alat - alat yang mempermudahkan kegiatan pengambilan data di lapang maupun untuk kegiatan pengolahan data. Bahkan pengambilan data lapang saat ini dapat pula diperoleh dari citra satelit. Alat - alat yang sering digunakan untuk kegiatan pemetaan antara lain adalah GPS, theodolit, rambu ukur, pita ukur, dsb. Sementara perangkat lunak yang dapat digunakan diantaranya Arc GIS, mapsource, dsb. Akan tetapi, dalam kegiatan pemetaan kali ini alat yang digunakan hanyalah GPS beserta perangkat lunak Arc GIS dan mapsource.

Pada tahun 2013 ini, KS perencanaan telah melakukan dua kali kegiatan pemetaan, yaitu di Desa Pasirmadang dan Desa Kiranasari.  Pada postingan kali ini akan dipaparkan kegiatan yang dilakukan di Desa Pasirmadang terlebih dahulu.

Kegiatan pemetaan pertama yang dilakukan adalah pemetaan di desa Pasirmadang. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 2 Maret 2013, bertempat di desa Pasirmadang, Kecamatan Jasinga, Bogor yang memiliki waktu tempuh sekitar kurang lebih 3 jam dari kampus IPB.  Kegiatan ini merupakan acara kerja sama dengan Sylva Indonesia dalam rangka pemetaan lahan rakyat di Desa Pasirmadang. Pada kegiatan pemetaan ini diikuti oleh 14 orang dari FMSC dan dari Syla Indonesia, yaitu Fareza, Dito, Arya, Resi, Septi, Apri, Tanti, Rachma, Ima, Uyun, Riyma, Harist, Ica, dan Kang Hilman.

Rangkaian kegiatan pemetaan yang dilakukan antara lain adalah kegiatan pemetaan lapangan dan juga pengolahan data. Kegiatan pemetaan lapangan disini berupa survey lahun ke lahan - lahan masyarakat untuk menandai batas - batas kordinat lahan masyarakat dengan menggunakan GPS hingga didapatkan temu gelang dari batas yang sedang dipetakan. Kegiatan dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan mebagi anggota KS perencanaan dan Sylva Indonesia ke dalam 5 tim. Kelima tim ini disebar untuk memetakan lahan - lahan milik warga dengan ditemani petani pemilik lahan dengan melakukan marking pada titik - titik batas lahan. Tahapan kedua adalah tahap pengolahan data. Pada tahapan ini data koordinat yang sudah diperoleh pada GPS kemudian di-input ke dalam komputer dan kemudian data diolah hingga menjadi peta dengan menggunakan perangkat lunak Arc GIS 9.3. Kegiatan pengolahan data ini berlangsung selama dua bulan. 

Adapun kegiatan dokumentasi lapang dari kegiatan ini adalah sebagai berikut,









artikel oleh Riyma Maysa & Mawardah
dokumentasi oleh Riyma Maysa